Pengakuan dari iPhone Lovers: Setelah Memakai Nexus 4, Saya Beralih ke Android Sepenuhnya

Sebuah postingan bagus dari co-founder pengembang mobile aplikasi terbesar di Jerman, Ralf Rottmann, yang adalah seorang hardcore Apple users.

Sejak beberapa tahun yang lalu dia sudah menggunakan banyak uang untuk membeli produk-produk dan layanan dari Apple. Seperti ditulis pada blognya, “Apabila kamu berkunjung ke rumahku, kamu akan menemukan empat buah Apple’s TV, dua iMacs, Macbook Air terbaru, sebuah Macbook Pro, lebih dari lima AirPort Express stasiun dan Apple’s Time Capsule. Kamu juga bisa menggunakan setiap jenis iPhone, dari versi yang paling pertama sampai iPhone 5, iPad dari generasi pertama sampai keempat, dan dua buah iPad Mini. Semuanya ada”.

“Jangkauan produk-produk dari Apple sudah melampaui kehidupan personal saya,” tambahnya, “Apalagi pekerjaan saya sebagai pengembang aplikasi untuk iOS.”

Sebagai pengembang aplikasi, dia sudah mencoba beberapa produk Android. Seperti Motorola Droid, Nexus One, Samsung Galaxy S II dan S III. Dan dia mengakui bahwa belum ada perangkat Android yang benar-benar membuatnya puas. Karena itu dia selalu kembali lagi menggunakan iPhone. Hingga pada akhirnya dia mencoba Nexus 4, sebuah Android Smartphone yang diracik langsung oleh Google.

Google Nexus 4

Google Nexus 4

Nexus 4 membuatnya sangat puas, “Saya menemukan bahwa versi Android yang paling baru jauh melampaui versi terbaru iOS hampir di semua aspek.”

Dari blog-nya, Android Nexus 4 yang menggunakan Jelly Bean mempunyai beberapa keunggulang dibandingkan iPhone 5, seperti pada performansi, rendering engine, cross app dan integrasi antara aplikasi dengan OS, inovasi, look and feel (tampilan), kustomisasi dan beragam aplikasi yang tersedia.

Ralf Rottman di antaranya menyoroti performansi dan rendering engine dari Android versi Jelly Bean 4.2.1. Dengan Project Butter, Google melakukan banyak improvisasi sehingga transisi dan performansi pada Jelly Bean menjadi sangat halus dan sangat cepat. Jika pada Android versi-versi sebelumnya, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya kadang masih agak nge-lag atau tersendat. Hal itu tidak dialami lagi saat menggunakan Nexus 4. Bahkan menawarkan pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan iPhone.

Satu hal yang dibahas juga tentang cross application dan OS level integration. iOS dengan sistem sandbox-nya, memberikan banyak kekecewaan kepada pengguna. Seperti aplikasi yang tidak bisa berkomunikasi satu sama lain, tidak ada file explorer, susah ketika ingin menggunakan fitur berbagi (sharing), dan tidak bisa mengganti default application. Pada Android, hal yang terjadi adalah sebaliknya. Contohnya apabila kita menerima sebuah email dengan attachmen PDF, yang nantinya akan digunakan oleh aplikasi lain atau mungkin akan di-share ke social media.

Di iOS, tidak ada cara mudah untuk hanya mendownload email tersebut, menyimpannya di folder untuk digunakan sewaktu-waktu. Pengguna kadang memakai fitur “Open in…”, untuk memindahkan file tersebut terlebih dulu ke Dropbox. Kemudian aplikasi selanjutnya yang ingin memakai file itu harus mendownload ulang dari Dropbox. Dan begitu terus untuk setiap aplikasi. Hal ini disebabkan Apple mengganggap tidak penting kebutuhan akan local storage yang bersifat cross app (bisa digunakan oleh banyak aplikasi).

Sebaliknya, hal tersebut sangat simpel untuk dilakukan menggunakan Android. Pengguna tinggal mendownload PDF tersebut dan disimpan di local folder. Nantinya file itu bisa diakses oleh macam-macam aplikasi yang bisa meng-handle file PDF. Tidak ribet.

Contoh lainnya, ketika kita ingin berbagi sesuatu ke jejaring sosial. Di iOS, kita harus membuka aplikasi satu per satu, dan menggunakan fitur sharing dari masing-masing aplikasi. Sedangkan di Android bisa dilakukan hanya dengan membuka satu buah aplikasi/file explorer dan kemudian membagikannya ke 20+ pilihan jejaring sosial, blog, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan setiap aplikasi Android yang diinstal dapat mendaftarkan sebuah sharing provider. Dan hal itu adalah fitur utama dari Android OS.

Dan juga, di Android kita bisa dengan bebas memilih default application. Seperti pada PC. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada iOS, karena Apple mengunci default application pada iOS dengan aplikasi-aplikasi buatan mereka. Yang kadang tidak bahkan lebih buruk daripada aplikasi pihak ketiga.

Itulah beberapa keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki iOS daripada Android. Bila kalian tertarik untuk membaca lebih lanjut poin-poin yang tidak dijabarkan di sini, silahkan menuju link ini. 🙂





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

7 Comments

  1. Teknimo January 11, 2013
    • Herdi Naufal January 12, 2013
  2. Adania March 6, 2015
  3. Danit April 28, 2015
    • Irwan September 14, 2015
  4. Sagita August 6, 2015

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!