LINE Messenger yang Mulai Ditinggalkan

Bagi kalian yang muda tahun 2011 hingga 2017, pasti pernah menggunakan yang namanya LINE Messenger, sebuah aplikasi pesan instan yang sangat populer pada jamannya, jauh lebih populer dibanding Whatsapp dan Blackberry Messenger (BBM). Namun akhir-akhir ini popularitas LINE mulai turun (yang dari pengamatan saya sepertinya terjadi semenjak tahun 2018) penggunanya mulai sedikit dan perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Kenapa alasannya? Saya coba bahas dari sudut pandang saya ya.

Alasan LINE Ditinggalkan

Tampilan aplikasi LINE sekarang, banyak iklan dan berantakan
  1. Sistem point rewards yang rumit
    Sebelum ada LINE Points, dulu LINE menggunakan sistem poin reward yang bernama LINE Coins, LINE Coins waktu itu lumayan simple, ketika kita mempunya 100 coins, bisa ditukarkan dengan satu sticker pack atau theme pack. Kemudian LINE memutuskan untuk menggantinya menjadi Line Points, dan setelah itu sistemnya menurut saya menjadi sangat ribet. Orang harus mengumpulkan LINE points terlebih dahulu, kemudian setelah terkumpul baru bisa ditukar ke LINE coins, setelah itu baru bisa ditukarkan lagi ke sticker pack atau theme, sistem yang rumit dan tidak memudahkan.
  2. Kebanyakan fitur perintilan yang tidak penting
    Lambat laun LINE menambahkan banyak fitur yang menurut saya gimmick dan tidak penting, seperti game, LINE Today, Open Chat, Story, Avatar bahkan iklan-iklan online shop dan sebagainya. Hal ini membuat LINE terkesan berantakan, tidak seperti Whatsapp yang simpel dan praktis.
  3. Banyak notifikasi spam
    Tidak hanya bertambah fitur, fitur2 tersebut juga seringkali mengirimkan notifikasi yang tidak penting ke kita secara agresif, terutama LINE Today yang sering sekali mengirimkan notifikasi berisi berita-berita yang kebanyakan clickbait dan bukan berasal dari sumber terpercaya.
  4. Ukuran aplikasi LINE yang besar
    Ukuran aplikasi LINE yang bisa dibilang lebih besar jika dibandingkan aplikasi lainnya menjadi salah satu faktor juga yang membuat LINE ditinggalkan. Ukuran aplikasi yang besar (hingga puluhan GB) menyebabkan aplikasi menjadi lambat, memakan memori banyak, sehingga tidak ramah untuk pengguna HP jadul atau low-end.
  5. Official Account yang kebanyakan sudah mati
    Jaman dulu banyak sekali official account di LINE mulai dari artis, hingga merk brand-brand ternama, namun kebanyakan OA ini sekarang sudah mati sehingga meninggalkan sampah di inbox chat LINE kita. Paling hanya Official Account dari Starbucks Indonesia yang masih aktif dan kita gunakan hingga sekarang.
  6. Terkesan tidak profesional
    Dengan segala pernak-pernik dan iklannya yang ada dimana-mana, membuat LINE seakan tidak ditujukan untuk pengguna bisnis atau kantoran, sehingga mereka cenderung memilih aplikasi lain yang lebih praktis dan simpel tanpa banyak gimmick.
  7. Data Hilang
    Ini saya alami sendiri, terutama saat berganti HP atau perangkat, ketika kita login di perangkat yang baru riwayat pesan kita sudah terhapus semua, dan ketika coba login ulang di perangkat yang lama ternyata karena error atau apa, data di sana juga sudah terhapus. Whatsapp sebenarnya juga sama namun Whatsapp menyediakan fitur backup data yang lebih mudah dimengerti.
  8. Messenger lain sudah mengadopsi fitur LINE
    Dulu LINE unggul karena fitur sticker binatang kartunnya yang lucu-lucu, kemudian sticker itu diupdate dengan “animated sticker” sehingga gambarnya bisa bergerak. Hal ini yang lumayan menarik pengguna memakai LINE. Namun sekarang Whatsapp dan Telegram pun sudah mempunyai fitur itu juga.
  9. ID yang kurang jelas
    Whatsapp menggunakan nomor telepon sebagai ID pengguna, dan bisa dengan gampang ditemukan di halaman detail akun. LINE sebenarnya mempunyain LINE ID namun ID ini tidak ditampilkan dengan jelas sehingga menyusahkan kita untuk identifikasi pengguna yang mempunyai nama sama atau yang ID nya sudah ganti.
  10. Teman-teman sudah tidak memakai LINE lagi 🙂
    Alasan ini cukup jelas, kalau yang lain sudah tidak pakai LINE untuk apa kita masih menggunakannya? Mau chat sama siapa 🙂

Sebenarnya ada satu hal lagi yang menurut saya lumayan berkontribusi pada turunnya popularitas LINE Messenger, yaitu pemberitahuan bahwa seseorang telah “left the chat”, ini menurut saya tidak jelas dan aneh sekali, karena terkadang tulisannya hanya berbunyi “anonymous left the chat”. Siapa yang left the chat? Emang ini grup chat? Bikin saya tidak habis pikir.

Pesan yang disampaikan secara tidak jelas ke pengguna akan membingungkan dan menurut saya mungkin dapat membuat pengguna jadi kurang tertarik menggunakan aplikasi tersebut.

Terlepas dari itu semua, LINE pernah menjadi bagian dari hidup saya dari mulai jaman kuliah, pertama kali kerja, grup kampus, chatting sama gebetan hingga chatting dengan pacar semua pernah terjadi di LINE.

Bagaimana menurut kalian? Apakah masih menggunakan LINE sampai sekarang? Jika masih kenapa alasannya? Silahkan tulis di kolom komentar ya!





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

Leave a Reply

TWOH&Co.