Menggunakan Layanan Go-Jek ke Google IO Extended 2015

Dari banyaknya startup dan aplikasi-aplikasi yang bermunculan di Jakarta dan di Indonesia, salah satu yang benar-benar saya rasakan manfaatnya adalah aplikasi yang belakangan ini santer namanya, yaitu Go-Jek. 

Yup, Go-Jek saat ini seperti menjadi solusi bagi transportasi warga Jakarta. Dari pegawai kantoran hingga mahasiswa yang ingin berpergian tanpa kena macet dan dengan biaya murah. Seperti hari sabtu kemarin saat saya hendak pergi ke Google IO Extended yang bertempat di kampus Binus Anggrek, saya sangat terbantu dengan adanya Go-Jek. Bayangkan hanya dengan buka aplikasi Go-Jek, kemudian menentukan hendak kemana dengan memilih lokasi awal dan lokasi tujuan, dan klik tombol “Booking”. Seorang tukang ojek Go-Jek akan langsung menjemput kalian dan mengantar sampai ke tujuan. Tidak perlu khawatir dengan helm, karena sudah disediakan oleh si Go-Jek. Walaupun saya saat itu tidak mendapat free masker dan free hair mask seperti yang tertulis pada layanan. Barangkali sudah habis. 🙂

Ditambah lagi kemarin masih masa promo sehingga saya cukup membayar 10 ribu rupiah tarif flat dari tempat tinggal saya di Tendean hingga ke Binus Anggrek. Saya membayangkan jika harus naik taksi maka pasti memakan biaya lebih dari 50 ribu daerah. Begitupun dengan naik ojek biasa, tarifnya bisa sekitar 50 – 70 ribu rupiah. So, Go-Jek benar-benar merupakan solusi terbaik buat saya.

Di sepanjang perjalanan, saya sempat mengobrol dengan tukang ojeknya. Dan yang jadi pertanyaan saya dalam benak saya (barangkali dalam benak kalian juga) adalah, darimana si tukang ojek Go-Jek dapat untung? Mengingat tarifnya yang begitu murah dibandingkan dengan ojek biasa. Ternyata Go-Jek menggunakan sistem deposit (saya kurang tau details mekanisme-nya). Namun yang pasti Go-Jek telah mengubah pandangan kita tentang tukang ojek yang biasanya “menunggu penumpang” menjadi “dicari penumpang”. Sehingga walau tarifnya murah, Go-Jek mempunyai banyak sekali pelanggan. Sehingga tetap lebih untung jika dibandingkan dengan ojek biasa yang bertarif mahal, namun penumpangnya jarang. Tukang ojeknya juga cerita, jika rajin sehari bisa narik sampai 30 penumpang. Bayangkan jika 1 penumpang membayar 10.000, maka dalam sehari dia bisa mendapat oplah hingga 300.000 rupiah.

Ngabuburit #io2015 #googleio

A photo posted by H Herdi (@herdihn) on

That’s my story with Go-Jek, bagi yang belum pernah mencobanya, saya sarankan untuk coba menggunakan layanannya. Go-Jek is TWOH’s APPROVED 🙂





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!