Cara Menjadi Driver Ojek Online yang Baik (Uber, Go-Jek, Grab)

Last Updated on 8 years by Mas Herdi

Saya adalah pelanggan ojek online yang cukup lama, terutama Go-Jek dan Uber, namun sejak awal atau pertengahan tahun 2016, saya mulai beralih ke Uber (baik itu Uber Motor maupun Uber X (mobil). Karena alasan yang nanti akan saya ceritakan di postingan terpisah :).

Saat ini frekuensi memakai Uber Motor saya sangat meningkat dibandingkan dua tahun lalu. Karena jarak kantor yang lumayan jauh untuk jalan kaki, saya hampir setiap hari memakai Uber untuk berangkat kantor. Hal inilah yang menyebabkan saya menjadi tahu berbagai macam tipe driver.

Postingan ini adalah tentang menjadi driver ojek online yang baik, tidak hanya Uber tapi bisa juga Go-Jek atau Grab. Apa yang ditulis di sini hanyalah opini saya semata sebagai pelanggan rutin yang hampir setiap hari memakai jasa ojek online, dan sifat nya adalah anjuran. Saya tidak mewajibkan semua driver Uber atau Gojek seperti ini. Namun alangkah baiknya jika hal-hal berikut dilakukan dan menjadi kebiasaan para driver ojek online, tentu pelanggan akan semakin suka dan setia. 🙂

Cara Menjadi Driver Uber, Go-Jek, Grab yang Baik

  1. Responsif

    Responsif di sini berarti cepat dan tanggap. Saya pribadi lebih suka dengan driver Go-jek yang langsung menelepon, atau sms menanyakan posisi ke penumpang setelah mendapatkan pesanan. Metodenya bisa bermacam-macam, bisa sms, dan bisa juga telepon. Telepon lebih disarankan karena apabila penumpang tidak punya pulsa untuk membalas sms, driver tidak bingung. Seringkali saya mendapat driver yang begitu menerima pesanan, dia tidak kontak saya sama sekali. Terkadang di peta dilihat motornya hanya diam di situ saja, atau bergerak ke arah lain. Hal itu tentu membuat penumpang bingung apakah driver ini mau menjemput atau gimana.

  2. Bisa Baca Peta

    Hal ini juga adalah kemampuan teknis vital yang seharusnya dimiliki oleh driver Gojek atau Uber Motor. Karena tiap hari menjemput penumpang di berbagai macam tempat yang berbeada-beda, seorang driver seharusnya bisa membaca peta dan mencari jalan terbaik untuk sampai ke tujuan. Kadang saya mendapat driver yang tidak bisa membaca peta, atau mungkin HP-nya error, yang malah berputar-putar di peta. Padahal saya sudah menaruh posisi marker dengan jelas di peta. Kemampuan membaca jalan juga tidak kalah penting. 🙂

  3. Tahu Jalan (dan bilang ke penumpang jika tidak tahu jalan)

    Driver yang hafal Jakarta, tahu rute jika ingin bepergian, adalah driver yang terbaik. Karena selain kita bisa menghemat waktu perjalanan, dengan kita tidak kena macet, kita pun bisa menghemat ongkos perjalanannya, dan driver juga tidak perlu keluar uang lebih untuk tambahan bensin (apabila nyasar, macet dsb). Dan sangat disarankan bagi driver untuk memberitahu penumpang di awal apabila dia tidak tahu jalan. Jangan ketika sudah terjebak macet, atau nyasar, driver baru memberitahu penumpang kalo dia nggak hafal jalannya. Penumpang pun untuk kepentingan bersama bisa memandu driver menggunakan aplikasi peta (Google/Apple Maps), apabila driver tidak tahu jalan. 🙂

  4. Honest

    Kejujuran, ini yang paling penting. Tidak jarang, namun juga tidak sering saya mendapat driver yang tricky. Ada beberapa yang membekas di ingatan saya :
    Kejadian 1
    Seperti ketika saya naik Uber X dengan keluarga (ayah dan ibu). Kebetulan setelah sampai tujuan saya dan ayah turun duluan karena membawa koper dan tas, tinggal ibu saya membayar driver nya. Si driver ternyata, mungkin karena mengira ibu saya orang desa / dari daerah, meng-inflate ongkosnya dari yang hanya 15.000 IDR menjadi 115.000 IDR. Untung ibu saya sudah sering naik Uber sebelumnya, dan beliau masih bisa melihat dengan jelas, akhirnya ibu saya tetap bersikeras bahwa harga sebenarnya itu 15.000 IDR. Akhirnya driver pun mengaku dan kalah. Saat akhirnya turun dari mobil dan ketemu saya dengan raut muka agak panik, beliau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Its awful.
    Kejadian 2

    Kejadian kedua adalah ketika saya dan teman naik Uber X untuk pergi ke daerah Santa di Jakarta Selatan. Saya mendapat potongan 25.000 IDR, namun karena mungkin si driver melihat di dalam mobil saya terus bercanda dengan teman, dia mengira saya lengah dan bisa ditipu. Saat sampai tujuan, si driver tidak memperlihatkan layar hijau tempat biasa harga terpampang. Namun langsung bilang, “Ongkosnya 36.000 IDR.” Malah ketika saya sodori uang 100.000 IDR, dia “nawar” lagi gimana kalo kembaliannya hanya 60.000 IDR yang berarti ongkosnya jadi 40.000 IDR. Saya menolak. Setelah saya bayar dan turun, baru dapat email dari Uber yang ongkos perjalanan sebenarnya hanya 11.000 IDR. Karena 36.000 IDR dikurangi diskon 25.000 IDR.

    Driver-driver seperti di atas biasanya langsung saya kasih bintang satu. Pada kejadian kedua saya lapor ke Uber, dan untungnya Uber adalah perusahaan yang jujur, dia pun mengembalikan kelebihan biaya yang saya bayarkan.

  5. Taat Aturan

    Saya pernah mendapat Uber Motor yang terkena tilang, namun karena lalu lintas lumayan ramai, si driver pun berhasil kabur dari polisi yang menilang.
    Ada juga driver yang sudah ‘Memulai Perjalanan” sebelum menjemput penumpang, kita bisa tahu jika ini terjadi dilihat dari indikator perubahan pada aplikasi Uber.
    Ada juga yang perjalanan di-complete sendiri, padahal dia tidak menjemput penumpang nya sama sekali. 🙂
    Sebisa mungkin, selalu taatilah prosedur dan aturan dari Uber, Go-Jek, ataupun Grab. Karena tentunya peraturan dibuat untuk menguntungkan kita semua.

Kiranya itu saja pengalaman yang bisa saya bagi. Apabila kalian pernah mengalami hal serupa, atau mungkin hal yang lain bisa tulis di komentar. 🙂

Despite all of that, saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya sarana ojek online ini. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana transportasi di Jakarta atau kota besar lainnya tanpa kehadiran ojek online semacam Uber, Gojek, atau Grab. Namun alangkah baiknya lagi jika dari sisi manusianya, bisa ditingkatkan lagi. Daripada menggunakan cara tidak baik seperti jammer GoJek, lebih baik kita meningkatkan attidude dan saling respect antara driver dan penumpang. Tetap semangat bekerja bagi para driver ojek online. 🙂





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

One Response
  1. Asuransi Mobil Garda Oto June 26, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TWOH&Co.