Selamat Tinggal Uber ! Review Empat Tahun Uber Indonesia

Selamat tinggal Uber, saya menulis postingan ini karena saya adalah pengguna setia Uber sebelumnya. Rasanya baru kemarin saya menulis postingan tentang berpindah menggunakan kendaraan pribadi dari ojek online. Dan dua bulan kemudian, Uber, ojek online yang paling saya sering gunakan, hengkang dari Indonesia dan South East Asia. Dikarenakan unit bisnis Uber di South East Asia diakuisisi oleh Grab, sebuah keputusan bisnis yang lebih terlihat sebagai upaya monopoli ride-sharing.

Saya adalah pengguna berat Uber, jika ditotal dua tahun terakhir saya menggunakan Uber sebanyak 877 kali, dan saya punya dua akun Uber. Memang saat itu Uber yang mempunyai tarif paling murah, dan juga banyak promonya. Namun alasan utama saya memakai Uber adalah karena Uber mempunyai aplikasi yang paling bagus di antara aplikasi ojek online lainnya. It’s simple, straight to the point. No fuss, transparan. Tidak ada keharusan untuk transfer uang ke e-Wallet (GoPay / OVO Grab) untuk mendapatkan tarif yang lebih murah. Dan sebagai orang dengan latar belakang programmer, saya bisa tahu kalo Uber adalah aplikasi ride-sharing dengan teknologi paling baik dan paling maju saat ini.

Alasan lainnya adalah karena customer service nya yang sangat baik dan responsive, most of the times laporan saya ditanggapi dengan positif dan pengembalian dana pun sangat mudah. Saat saya pernah diancam oleh Uber driver dan saya laporkan, Uber langsung menelepon saya dan memastikan bahwa saya tidak akan bertemu dengan driver tersebut ke depannya. Berbeda dengan yang lain, contohnya saat saya kecewa dengan kualitas masakan yang diantarkan oleh GrabFood (dimasaknya kurang matang), CS nya hanya meminta maaf. Saya yakin jika itu UberEats, pasti uang saya akan dikembalikan sebagai Uber Credits, seperti biasanya. 🙂

Pengalaman buruk menggunakan Uber hanya ada saat saya dapat bintang satu, atau pada saat ada Surge Pricing, selebihnya oke.

Walaupun begitu nampaknya Uber harus mengalah dan mundur dari Asia Tenggara, dikarenakan kompetisi yang sengit. Dan sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa tidak banyak orang yang menggunakan Uber.

Uber akhirnya resmi diakuisisi oleh Grab, dan berhenti beroperasi pada tanggal 8 April 2018.

It’s been a good memories, banyak sekali kenangan dan pelajaran yang didapat dari driver-driver Uber. Ke Bekasi jam 12 malam, ke Bogor tengah malam, antar ke bandara, antar ke stasiun, bersama orang tua jalan-jalan ke IKEA. It’s just…

Sekarang saat kalian membuka aplikasi Uber, kalian masih bisa login, melihat rating, lihat history perjalan, pilih destinasi dan semuanya. Namun saat mulai memesan, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini :

Selamat Tinggal Uber

Uber Not Available

Uber tidak tersedia di area kalian.

So, that’s all guys. That’s the end. Dengan perginya Uber, kita kehilangan salah satu pilihan. Kita kehilangan pilihan transportasi ojek online yang membawa suasana beda dan modern. Yang berteknologi paling maju, yang hanya fokus untuk menyediakan ride sharing experience terbaik tanpa embel-embel fitur-fitur lainnya, yang seringkali tidak jelas kegunaannya. Uber yang selama ini digunakan oleh eksekutif muda, hipster, anak gaul jakarta selatan, dan mereka yang berpikiran modern dan maju, yang senang menggunakan aplikasi yang memadukan simplicity dengan sophisticated technology sekarang tidak ada lagi…

Tidak ada lagi bertindak nakal dengan cueknya making out di dalam mobil dan tidak mempedulikan driver nya dengan alasan, “Biarin aja kan driver-nya nggak kenal.” Dimana jika menggunakan aplikasi lokal mungkin kita bisa dipersekusi dan diarak keliling yah? hahaha

Thanks Uber, terima kasih tidak hanya telah memperkenalkan the best ride-sharing app kepada kita, namun juga with the entire philosophy dan mindset maju dan modern yang kalian bawa…

Akankah Uber kembali lagi? Saya rasa tidak…

Sekarang saya sudah ada kendaraan sendiri, sehingga saya tidak akan kebingungan memilih alternatif ride-sharing selain Uber, yang sebenarnya saya juga tidak mau memilihnya~ 🙂





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!