Panduan Dasar Mengenal Investasi Reksadana

Halo semua, jika sebelumnya saya pernah memposting pengalaman saya investasi di reksadana. Kali ini saya akan menjelaskan sedikit banyak tentang apa itu investasi reksadana, dan bagaimana cara kita memulai berinvestasi di reksadana, macam-macam strategi investasi di reksadana, bagaimana cara kita memaksimalkan profit dan meminimalkan kerugian saat investasi reksadana dan juga cara memilih broker/sekuritas yang tepat untuk berinvestasi reksadana.

Apa Itu Reksadana

Reksadana adalah salah satu sarana investasi atau wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Bagi kalian yang selama ini hanya menyimpan uangnya di tabungan di Bank, kalian bisa mencoba investasi di reksadana untuk jangka panjang. Karena reksadana termasuk investasi yang beresiko kecil hingga menengah. Dan kalian bisa mulai investasi di reksadana hanya dengan 10 ribu rupiah, kecil sekali bukan, daripada dibuat beli rokok hehe. Namun jika kalian hanya investasi 10 ribu rupiah saja di reksadana maka bisa dibilang tidak akan bisa bikin kaya. 😀

pensandpatron.com

Investasi reksadana supaya bisa jalan-jalan | pensandpatron.com

Jenis-jenis dari reksadana sendiri ada bermacam-macam, namun saya hanya akan jabarkan 3 jenis produk yang lumayan terkenal di masyarakat, yaitu :

  • Reksadana Saham : adalah reksadana yang melakukan investasi dalam bentuk portfolio saham di perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum dan ter-listed di bursa efek Indonesia atau di bursa efek luar negeri. Reksadana ini menghasilkan keuntungan yang paling besar, namun mempunyai resiko yang paling besarjuga.
  • Reksadana Pasar Uang : adalah reksadana dimana investasi dilakukan dalam bentuk surat-surat obligasi dan deposito, untung tidak begitu besar namun resiko rugi juga kecil
  • Reksadana Campuran : reksadana yang investasinya campuran antara reksadana saham dan reksadana pasar uang, biasanya dengan rasio 80% saham, 20% pasar uang.
  • Reksadana Syariah : reksadana ini berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang bisnisnya sesuai dengan hukum syariah dan tidak haram, banyak juga reksadana syariah yang berinvestasi di bisnis-bisnis UKM syariah.
  • Dan banyak lain sebagainya

Elemen-elemen dari Reksadana

Untuk elemen dari reksadana sendiri adalah :

  • Manajer Investasi (MI) : bertugas untuk mengelola uang kalian, mengelola portfolio reksadana dan mengatur investasi uang kalian di saham-saham, aset-aset atau surat obligasi dengan tujuan supaya kalian (investor) mendapatkan untung.
  • Bank Kustodian (BK) : bertugas untuk mengelola uang kalian dalam hal administrasi & operasional, dan juga bertugas untuk mengamankan uang kalian dan aset-aset reksadana.
  • Agen Penjual Reksadana (APERD) : adalah sekuritas/broker, bank ataupun badan usaha lain di bawah pengawasan OJK yang bertugas untuk memasarkan reksadana. MI & BK bekerja untuk APERD, dan saat mau investasi reksadana, APERD inilah yang pertama kali akan kalian hubungi.

Keunggulan dari Reksadana

Keunggulan dari reksadana antara lain hasil investasi tidak kena pajak, resiko kecil jika dibandingkan dengan bermain saham, dan karena ada manajer investasi maka kalian hanya tinggal pilih portfolio reksadana yang diinginkan, misal ingin investasi di reksadana saham sektor konsumsi, sektor infrastructure, sektor kapital dan sebagainya. Nanti manajer investasilah yang mengatur uang kalian dan menginvestasikannya di perusahaan-perusahaan yang sesuai. Dan untuk memulai investasi modalnya bisa dibilang sangat kecil, hanya 10 ribu rupiah. Walaupun kalau modal kecil tentu saja untungnya kecil juga hehe.

Strategi Bermain Reksadana

Dalam investasi reksadana, tentunya ada beberapa strategi yang bisa kita terapkan. Ada empat strategi reksadana yang terkenal dan bisa kalian lakukan sesuai dengan kebutuhan. Strategi-strategi itu adalah sebagai berikut :

  • Lump Sum

    Dengan strategi lump sum, kalian menanamkan semua dana pada awal investasi. Jika kalian punya dana misalnya 20 juta maka 20 juta itu akan langsung kalian investasikan di awal dan kedepannya kalian tidak akan menambahkan dana investasi di reksadana lagi. Keuntungan dari strategi ini adalah kalian tidak perlu repot bolak balik menyetor uang kepada manajer investasi. Resikonya jika nilai aktiva bersih reksadana turun setelah kalian melakukan investasi, maka kalian bisa mengalami kerugian.

  • Investasi Berkala

    Strategi ini mengharuskan kalian untuk menyetor investasi setiap beberapa waktu tertentu, biasanya tiap bulan. Strategi ini dibagi menjadi dua macam lagi, yaitu DCA (Dollar Cost Averaging) dan VCA (Value Cost Averaging).
    DCA berarti per bulannya kalian harus investasi sebesar nominal mata uang yang ditentukan, misal bulan ini investasi 5 juta, bulan depan 5 juta dan seterusnya.
    VCA berarti kalian harus investasi per bulannya sebesar unit yang sudah ditentukan misal per bulan kalian harus membeli 100 unit, jika di bulan pertama harga 1 unit 50.000 rupiah maka kalian investasi sebesar 100 x 50 ribu = 5 juta rupiah. Kemudian di bulan selanjutnya harga per unit jadi 75.000 rupiah, maka besar investasi pun harus disesuaikan jadi 100 x 75 ribu = 7.5 juta rupiah. Andai bulan ketiga harga per unit turun menjadi 25.000 rupiah maka kalian perlu menginvest sebesar 2.5 juta rupiah di bulan tersebut.
    Strategi ini adalah strategi yang paling balance untuk jangka panjang, misalnya saat kalian rugi karena beli di harga mahal, kemudian harga per unit nya turun. Kerugian tersebut akan tertutupi karena saat kalian membeli lagi bulan berikutnya pada waktu harga turun, bulan berikutnya harga per unit akan naik dan kalian untung. Keuntungan itu bisa saling menutupi kerugian di bulan sebelumnya dan seterusnya.
    Kelemahannya kalian musti rajin bolak balik menyetor uang investasi, namun sekarang tidak masalah karena banyak reksadana mempunyai fitur autodebet dari rekening.

  • Market Timing

    Nah untuk cara ini, berarti kalian memainkan reksadana seperti bermain saham. Ketika harga turun kalian beli, dan ketika harga mahal/naik kalian jual. Melakukan investasi aman dengan strategi ini membutuhkan pemahaman waktu pembelian yang tepat. Karena kalian harus tahu kapan harus beli dan kapan harus jual. Investor yang kurang berpengalaman sangat rentan mengalami kerugian karena biasanya membeli di harga mahal dan menjual di harga murah. Untuk itu, melakukan investasi dengan cara ini memerlukan waktu dan skill dan tidak bisa berhasil dalam sekejap mata

  • Buy and Hold

    Investasi dengan cara ini mirip dengan Lump Sum kalian membeli di awal dengan jumlah tertentu, kemudian didiamkan saja selama 10 – 15 tahun. Biasanya dilakukan jika kalian punya rencana keuangan ke depannya seperti mau beli rumah, atau ingin umroh di masa depan.

Setelah kalian tahu bagaimanca cara-cara bermain reksadana seperti di atas, dari yang biasa saya lihat kebanyakan dari kita akan memilih cara Lump Sum digabung dengan Buy and Hold, bila Lump Sum nya sendiri sah-sah saja, namun soal Buy and Hold ada satu hal yang perlu kalian ketahui apabila bermain menggunakan strategi Buy and Hold.

Buy and Hold berarti investasi jangka panjang, bisa lebih dari 5 tahun bahkan hingga 10 – 15 tahun ke depan. Walau ujung-ujungnya kalian mendapatkan profit, tapi profit yang kalian dapatkan itu bukan maksimal profit. Bisa jadi saat kalian investasi selama 5 tahun, maksimal profitnya ternyata datang di tahun kedua, di tahun ketiga, atau bahkan datang saat hanya enam bulan kalian baru berinvestasi. Kebanyakan dari kita ketika lihat grafik naik, kita akan diamkan saja karena berharap ke depannya nanti grafiknya akan naik lebih tinggi lagi dan kita dapat profit lebih banyak. Namun kasusnya tidak selalu seperti itu, seringkali kita malah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan maksimal profit ini karena terlalu lama HOLD dan harganya keburu turun di saat kalian memutuskan untuk menjualnya.

Strategi Untuk Maksimalkan Profit Reksadana

Belajar dari pengalaman saya investasi reksadana 100 juta sebelumnya, ini adalah cara-cara yang bisa kalian pakai untuk memaksimalkan profit dan meminimalkan kerugian saat bermain reksadana.

  • Set Target Price

    Saat saya investasi reksadana tahun lalu, kebetulan kondisi market sedang bagus-bagusnya dan IHSG naik. Saya pun mengeset target profit sebesar 27 juta karena lumayan bisa ganti uang saya yang baru habis untuk dibelikan NMax hehe. Karena target profit saya ternyata terlalu tinggi, maka saat profit mencapai 15 juta, 17 juta saya tidak jual unit saya berharap ke depannya akan naik lagi, nggak tahunya setelah itu malah harga mengalami penurunan dan saya harus puas dengan hanya mengantongi 13 juta saja dari 6 bulan investasi reksadana. 🙁

    Seandainya saya saat itu set target price di angka 15 juta, maka saat profit sudah lebih besar dari target, saya bisa langsung menjualnya dan ujung-ujungnya dapat untuk yang lebih besar.

  • Set Stop Loss

    Ketika target price adalah mengeset target saat kita mengalami keuntungan, stop loss adalah kebalikannya. Stop loss berfungsi di saat kita mengalami kerugian sewaktu investasi reksadana, kegunaannya supaya kita tidak mengalami kerugian yang terlalu besar. Contohnya apabila kita investasi sebesar 10 juta, kita bisa set stop loss sebesar 2.5 juta sehingga saat ternyata kita merugi. Dan kerugian kita sudah sebesar atau sama dengan 2.5 juta rupiah, maka mau nggak mau kita harus berhenti investasi dan jual semua unitnya supaya tidak mengalami kerugian yang lebih besar. Memang ke depannya ada kemungkinan kalau harga akan naik kembali, namun itu belum pasti dan jika tambah turun maka kalian hanya akan semakin rugi.

  • Pantau Berita Situasi dan Kondisi

    Rajin-rajinlah baca berita soal kondisi pasar, ekonomi dan politik. Kalian juga bisa minta nasehat ke broker kalian tentang kondisi pasar saat ini, beberapa event yang bisa mempengaruhi kondisi pasar seperti liburan besar (Natal/Lebaran) dan juga situasi Pemilu/ pergantian kekuasaan seperti saat ini.

Biaya Investasi Reksadana

Berapa biaya saat kita ingin investasi reksadana? Biayanya bermacam-macam tergantung dari broker/sekuritas/agen penjual reksadana yang kalian pilih. Dan biasanya per transaksi, ada broker yang ketika kita ingin investasi dikenakan biaya 2% dari total investasi, ada yang ketika kita ingin jual kena biaya 2%. Kadang juga manajer investasi/bank kustodian ada minta biaya tersendiri juga, maka dari itu kalian harus pintar pilih-pilih broker dan pilihlah broker yang membebani biaya seminim mungkin. 🙂

That’s all, lastly saya tetap menyarankan untuk investasi reksadana untuk investasi pertama kali kalian. Sebelum langsung main ke saham, dan daripada uang kalian hanya nganggur begitu saja di bank.

Apakah kalian sudah pernah investasi reksadana sebelumnya, atau baru mau mencoba investasi? Bagaimana pengalaman investasi reksadana kalian? Silahkan ceritakan di kolom komentar. 😀





Download aplikasi kami di Google Play Store


Tutorial Menarik Lainnya :

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!